Tahun 1993 sampai dengan 1996 merupakan perioda yang berkesan bagi saya, direntang tahun tersebut kesadaran akan kebhinekaan, nasionalisme dan pemahaman akan Nusantara tumbuh karena interaksi sosial dan pendidikan. Berkumpul dengan putra daerah dari seluruh Indonesia di SMA Taruna Nusantara Magelang merupakan giant step untuk menggali potensi diri dan Nusantara secara utuh.
Periode 1996-2000 merupakan tahun-tahun perkuliahan di Universitas Pelita Harapan (UPH) Jurusan Teknik Industri. Saya masih dipayungi keberuntungan karena dapat menyelesaikan pendidikan strata satu dengan beasiswa penuh dari Lippo Group. Saya mulai berinteraksi dengan budaya Jakarta. Bergaul dengan kawan-kawan dengan orientasi yang makin beragam. Selama 4 tahun di UPH, selain pendidikan akademik, kampus juga telah menjadi labolatorium pendidikan berorganisasi buat saya. Direntang waktu ini pula saya mulai berkenalan dengan Ibukota. Jakarta menjadi rumah ketiga, setelah sebelumnya Magelang dan Klungkung, Bali.
Klungkung, Bali merupakan kota kelahiran saya, sekaligus tempat saya tumbuh berkembang sampai usia 15 tahun. Saya lahir tahun 1978 tepatnya di hari Selasa bulan Pebruari tanggal 7. Saya anak terakhir dengan 2 saudara, dari orang tua yang ke dua-duanya mendedikasikan diri sebagai guru.
Saat ini saya aktif di dunia telekomunikasi melalui PT Nusantara Sarana Telekomunikasi (www.nusatel.biz). Disamping itu, turut berkontribusi bagi organisasi nonprofit Badan Dharma Dana Nasional (www.bddn.org), KNPI dan Peradah (www.peradah.org)
Inspired by.
Mengkrengan, dia adalah kakek saya. Menurut orang-orang, nama ini terdengar aneh, lucu dan unik. Saya juga merasa aneh pertama kali mendengar nama ini. Sampai umur 17-an tahun saya sama sekali belum tahu siapa nama kakek saya sebenarnya. Orang Bali biasa menyebut nama seseorang yang telah menjadi ayah berdasarkan nama anaknya yang paling besar. Yang saya tahu nama kakek saya Pudet, orang di desa memanggil kakek dengan sebutan Pan (Bapak) Pudet. Saya sangat terinspirasi oleh Beliau. Jujur, sederhana, cerdas dan penuh kharisma. Saya ingin mengabadikan namanya selamanya, termasuk di dunia maya. Dunia yang tidak pernah sebelumnya dipikirkan oleh Kakek Mengkrengan telah merubah wajah dunia.






Komentar Terbaru