Menurut Wikipedia Indonesia, organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal didalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersial, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter). Organisasi nirlaba meliputi gereja, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, institut riset, museum, dan beberapa para petugas pemerintah. Continued…
Posted in Management, Non Profit.
“ Anak yang terlahir dari ibu bermasalah
sedikit banyak akan kena getah masalah”
Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) diluncurkan di tengah keprihatinan umat akan eksistensi Parisada. Pecahnya Parisada yang terjadi di Bali adalah pukulan yang telak terhadap citra organisasi karena Bali merupakan barometer perkembangan Hindu di Indonesia. Terkatung-katungnya penuntasan inventarisasi asset-aset Parisada ditambah dengan lepasnya kepemilikan Media Hindu yang dikembangkan atas goodwill Parisada menambah arang yang mencoreng citra organisasi. Continued…
Posted in Activities, Non Profit.
“Mereka adalah sedikit orang yang tercipta dengan kegembiraan untuk bisa memberi tanpa mengharap untuk menerima”
Guru sangat dekat dengan kehidupan saya. Orang tua keduaduanya adalah guru. Saya pernah tinggal di asrama guru. Saya begitu familiar dengan gaya hidup guru. Ikut menikmati canda tawa dan guyonan para guru, serta mengerti apa hal hal yang membuat seorang guru hatinya terhibur. Continued…
Posted in Opinion.
Tagged with Guru, Klungkung.
Hari ini tanggal 7 April 2009. Dua hari menjelang Pemilu saya tandai sebagai hari air. Hari ini, mulai dilakukan pengeboran untuk membuat sumur di rumah adat kami di Desa Tangkup. Selama ini, air bersih diambil ke mata air yang adanya di tepi sungai. Untuk mencapainya kita harus berjalan sekitar satu kilometer. Untuk MCK juga sama, keluarga dan masyarakat yang tinggal di Desa Tangkup Anyar hampir seluruhnya mengandalkan air sungai Telaga Waja untuk aktivitas tersebut.
Orang desa termasuk saya menyebut Sungai Telaga Waja sebagai Bekauh. Sebabnya sederhana sekali. Untuk menuju kesungai, dulu jalan satu-satunya adalah ke arah kauh (barat) desa. Setelah ditambahkan imbuhan Be, jadilah kami menyebutnya Bekauh. Sungai Bekauh ini berhulu di Desa Muncan, dekat dengan Besakih. Nama mata airnya Yeh Sah. Continued…
Posted in Opinion.
Tagged with air, Bekauh, Besakih, Desa Tangkup, Muncan, Pudet, sungai, Tangkup, Tangkup Anyar.
Komentar Terbaru